Jam Kuno

Pada peradaban kuno, matahari biasa dimanfaatkan untuk menandai waktu atau difungsikan sebagai jam. Jam tersebut dinamai jam matahari. Terdapat juga jam pasir yang menggunakan pasir sebagai media yang dimasukkan ke dalam wadah yang menyempit di bagian tengahnya seperti yang sering terlihat di film yang bersetting peradaban Mesir kuno. Selain itu jam kuno dapat juga menggunakan air yang dimasukkan ke dalam bejana yang diberi lubang bagian bawahnya sehingga air mengalir keluar melalui lubang tersebut. Penurunan permukaan air dapat dijadikan petunjuk waktu. Bejana dengan sumbu simetris ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

image-1

Bejana tersebut memiliki lubang di bagian bawah dengan diameteer 5,0 mm dan diisi air untuk kemudian penurunan permukaan air akan dijadikan penunjuk waktu. Penurunan permukaan air dalam persoalan ini adalah konstan yaitu 0,10 meter per jam (0,10 m/jam). Alat ini didisain untuk beroperasi selama 12 jam tanpa diisi ulang. Pada persoalan kali ini akan ditentukan radius bejana sebagai fungsi dari ketinggiannya, R=R(z).

Misalkan titik 1 berada di permukaan air, dan titik 2 berada di lubang bawah, maka kecepatan sembuaran air melalui titik 2 adalah

dan kecepatan penurunan permukaan air adalah konstan sebesar

m/s

Jika volume total bejana Vol, maka volume infinitesimal bejana

dengan

sehingga debit aliran

Karena Q = A2v2, sehingga



Karena R = D/2, maka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s